ASPEK LINGKUP KERJA BERDASARKAN PENGETAHUAN

KIMIA DAN ANALISIS PANGAN

  1. Pengetahuan tentang sumber, struktur dan sifat komponen pangan (air, karbohidrat  protein, lemak, vitamin, mineral, bahan tambahan pangan, pigmen, flavor, senyawa pencemar dalam pangan)
    – Mampu menjelaskan prinsip-prinsip kimia yang mendasari sifat-sifat dan reaksi-reaksi berbagai komponen pangan
  1. Pengetahuan tentang berbagai reaksi di dalam bahan pangan, mencakup perubahan kimia yang terjadi selama pengolahan, penyimpanan, dan penggunan bahan tambahan pangan
    – Mampu menjelaskan cara reaksi-reaksi kimia dalam bahan pangan serta kaitan reaksi kimia selama pengolahan, masa simpan bahan dan produk pangan
  1. Pengoperasian peralatan laboratorium  baik dasar, maupun terapan; meliputi prinsip, metode, dan teknik analisis komponen bahan pangan  secara kimiawi (kualitatif & kuantiatif)
    – Mampu melakukan berbagai teknik analisis kimia, baik dasar maupun terapan
    – Mampu menjelaskan prinsip, metode dan teknik analisis pangan
    – Mampu memilih metode dan teknik analisis pangan yang tepat dan sesuai kebutuhan
    – Terampil dalam melakukan pekerjaan di laboratorium analisis pangan

MIKROBIOLOGI & KEAMANAN PANGAN

  1. Pengetahuan tentang mikroba  merugikan dalam sistem pangan
    – Mampu menjelaskan mikroba yang merugikan dalam pangan dan pengaruhnya terhadap keamanan pangan
    – Mampu mengidentifikasi kondisi untuk inaktivasi, membunuh dan menghilangkan bahaya mikroba merugikan yang terdapat pada bahan dan produk olahan pangan
    – Mampu menjelaskan metode dan  terampil menggunakan teknik analisis  untuk mengidentifikasi mikroba dalam pangan secara kualitatif dan kuantitatif
    – Mampu menggunakan teknik laboratorium untuk menguji/ menentukan mutu mikrobiologis suatu bahan pangan secara kualitatif dan kuantitatif
  1. Pengetahuan tentang mikroba yang bermanfaat dalam sistem pangan
    – Mampu memahami prinsip-prinsip yang terlibat dalam pengawetan pangan dan proses pengolahan pangan secara fermentasi
  1. Pengetahuan tentang pengaruh pertumbuhan dan  daya tahan mikroba dalam sistem pangan
    – Mampu menjelaskan peranan inaktivasi mikroba, adaptasi & faktor-faktor pertumbuhan mikroba
  1. Pengetahuan tentang bahaya mikroba kimia dan fisik serta pengendaliannya dalam Sistem pangan
    – Mampu menjelaskan metode pengendalian mikroba, kimia dan fisik dalam sistem pangan
  1. Pengetahuan tentang sanitasi dan higiene di industri pangan
    – Mampu menjelaskan prinsip dan penerapa pembersihan dan sanitasi dalam pengolahan pangan

KETEKNIKAN & PROSES PANGAN

  1. Pengetahuan tentang karakteristik bahan pangan
    – Mampu menjelaskan karakteristik  bahan pangan, meliputi sumber dan keragaman bahan pangan serta pengaruhnya terhadap proses operasi pengolahan pangan
  1. Pengetahuan tentang prinsip-prinsip pengolahan dan pengawetan pangan
    – Mampu menjelaskan mekanisme kerusakan bahan pangan dan menetapkan cara pengendaliannya
    – Mampu menjelaskan prinsip-prinsip pengawetan untuk menghasilkan produk pangan yang aman dikonsumsi
    – Mampu menjelaskan prinsip dan mengaplikasikan teknologi pengolahan pangan, (praktek dan teknik pengolahan terkini), terhadap mutu produk pangan
  1. Pengetahuan tentang prinsip proses pangan dan mesin/peralatan pangan
    – Mampu mengaplikasikan unit operasi di industri pangan
    – Mampu mengaplikasikan neraca bahan dan energi dalam pengolahan pangan
    – Mampu mengidentifikasi unit operasi dan Mesin/Peralatan yang tepat dalam menghasilkan suatu produk pangan
  1. Pengetahuan tentang bahan, mesin/peralatan dan metode pengemasan
    – Mampu mengidentifikasi berbagai sifat dan penggunaan bahan pengemas
    – Mampu mengkalkulasi kebutuhan bahan baku dan bahan pengemas di industri pangan
  1. Pengetahuan tentang pengelolaan air dan limbah industri pangan
    – Mampu mengidentifikasi cara pengelolaan air dan limbah yang optimal dalam pengolahan pangan

BIOKIMIA PANGAN & GIZI

  1. Pengetahuan Prinsip, proses biokimia dan  nilai biologis pangan serta pengaruhnya terhadap status gizi dan kesehatan tubuh
    – Mampu menjelaskan prinsip dan proses biokimia, konsep dasar ilmu gizi serta hubungan antara konsumsi pangan dengan staus gizi dan kesehatan
    – Mampu menjelaskan perubahan fungsi biologis komponen pangan akibat proses pengolahan
    – Mampu menjelaskan fungsi biologis pangan untuk kesehatan dan nilai gizi
    – Mampu Menggunakan metode dan  teknik laboratorium yang umum diaplikasikan dalam biokimia dan evaluasi nilai biologis pangan

ASPEK KEMAMPUAN DI BIDANG KERJA

ILMU PENDUKUNG  TEKNOLOGI PANGAN

  1. Pengetahuan tentang kemampuan komputer dan aplikasinya dalam pemecahan masalah di bidang ilmu dan teknologi pangan
    – Mampu menerapkan pengetahuan komputer untuk menyelesaikan permasalahan dalam ilmu dan teknologi pangan
  1. Pengetahuan tentang kemampuan statistika dan aplikasinya dalam pemecahan masalah di bidang ilmu dan teknologi pangan
    – Mampu merancang dan menjalankan, penelitian dan pengembangan produk pangan yang bermutu, menganalisis, dan menginterpretasi data/fakta hasil Penelitian
  1. Pengetahuan tentang jaminan mutu produk pangan
    – Mampu merumuskan pengendalian dan penjaminan mutu produk pangan berdasarkan prinsip-prinsip ilmu pangan
  1. Pengetahuan tentang penilaian indrawi bahan pangan dengan pengolahan datanya dengan metode statistik
    – Mampu menerapkan prinsip dasar penilaian indrawi bahan pangan dan uji statistika yang relevan
  1. Pengetahuan tentang isu mutakhir dalam ilmu dan teknologi pangan
    – Mampu merancang pengoperasian dan pengembangan unit usaha industri pangan
    – Mampu merancang produk bernilai tambah, inovatif, dan menghasilkan produk pangan baru
    – Mampu berperan pada berbagai jenis usaha industri pangan, distribusi, transportasi, pengemasan,  penggudangan, ritel modern dan catering
    – Mampu merumuskan strategi pengembangan sumberdaya masyarakat dalam menghadapi tantangan industri pangan di masa depan
  1. Pengetahuan tentang peraturan dan regulasi pangan
    – Mampu menerapkan peraturan-peraturan dan kebijakan yang berhubungan dengan pangan dalam rantai pangan, ketahanan pangan, halal, pelayanan minimal

ASPEK KEMAMPUAN MANAJERIAL

KECAKAPAN HIDUP

  1. Ilmu berkomunikasi (lisan, tulisan, menyimak)
    – Mampu berkomunikasi lisan dan tulisan secara formal dalam berbagai bentuk  teknis dan non teknis dengan baik
    – Mampu bernegosiasi dan berkomunikasi secara efektif dengan pemangku kepentingan dalam pengembangan sistem industri pangan
    – Mampu memfasilitasi dialog dalam dan antar kelompok pemangku kepentingan industri pangan  untuk mendukung perumusan dan kebijakan yang melibatkan perguruan tinggi dan masyarakat
    – Mampu mengkomunikasikan berbagai hasil penelitian akademik kepada pemangku kepentingan
    – Mampu membangun komunikasi dengan pelaku usaha mulai dari suplier, distributor dan marketing industri pangan
  1. Berpikir kritis dalam memecahkan masalah
    – Mampu berpikir analitis dan sintesis untuk mengevaluasi dan  memberikan Pengembangan pada  sistem industri pangan
    – Mampu berpikir kritis dan mengambil keputusan secara tepat, serta berkomunikasi efektif,akademis dan etis
    – Mampu mengidentifikasi peluang usaha pada sistem rantai pangan
    – Mampu berperan pada berbagai jenis usaha industri pangan, distribusi, transportasi, packaging, dan logistic
    – Mampu mengidentifikasi dan berani mengambil resiko dan keputusan dalam mengantisipasi ketidakpastian pada Sistem bisnis industri pangan
  1. Profesionalisme (etika, integritas, penghargaan terhadap kebhinekaan dll)
    – Memiliki pemahaman etika bisnis industri pangan yang berwawasan budaya, sosial ekonomi dan lingkungan
    – Mampu menerapkan aspek keprofesian dalam bidang  teknologi pangan, khususnya dalam perancangan dan produksi bernilai tambah dengan  mempertimbangkan faktor agama, budaya, sosial ekonomi, dan lingkungan
    – Mampu mengangkat keunikan pangan lokal setiap daerah di Indonesia
  1. Berinteraksi (kerja tim, mentoring, kepemimpinan, jaringan, interpersonal skill, organisasi dll)
    – Mampu bekerjasama dalam tim yang multidisiplin
    – Mampu mengambil keputusan berdasarkan pengorganisasi, peraturan  dan tata cara  yang berkaitan dgn industri pangan dari hulu hingga hilir secara sinergis
    – Mampu mengelola waktu dengan efektif